Latest Post

Hikmah Menutup Aurat

Assalamualaikum, salam sejahtera sahabat ain sekalian.Moga sahabat semua sentiasa dipermudahkan dalam urusan harian dan dirahmati Allah SWT selalu, amin.

Aurat dalam istilah bahasa, "keji" , "Keaiban".
Aurat dalam istilah Arab, "kurang", "jelek", "buruk" atau , "malu".


Menutup aurat maksudnya menutupi bahagian tertentu anggota tubuh daripada pandangan manusia, jin dan malaikat.Menutup aurat juga bermaksud melindungi bahagian-bahagian tertentu pada tubuh badan manusia daripada diperlihatkan kepada orang ajnabi kerana perbuatan mendedahkannya adalah suatu yang mengaibkan disisi agama Islam.Menutup aurat adalah wajib bagi setiap muslim tidak kira lelaki atau wanita.

Sebagai umat Islam, kita wajib patuh dan taat atas perintah agama yang telah tertulis di dalam Al Quran itu sendiri dengan penuh rasa tanggungjawab serta amanah.

Memang benar Islam itu mudah dan tidak menyusahkan.Memang benar Islam bukan agama paksaan.Allah SWT memberikan kebebasan kepada manusia di muka bumi ini untuk membuat perkara yang diingini.Namun, harus diingat kita juga dipertanggungjawabkan di atas kebebasan yang diberikan.Jangan disalah gunakan kebebasan yang telah Allah berikan pada kita dengan sesuka hati dan mengikut nafsu sendiri.

Apa hikmah diperoleh jika seseorang itu menutup aurat dengan sempurna semata-mata kerana Allah SWT?

# jiwa semakin tenang dan tidak risau akan hal duniawi.

# cahaya (nur) keimanan akan mudah meresap dalam hati seorang mukmin.

# seseorang yang menjaga auratnya dengan sesempurna mungkin, akan terlindung daripada fitnah manusia.

# secara automatik diri seseorang itu akan berusaha mendekatkan diri mendalami ilmu Allah sekiranya niatnya ikhlas kerana Allah SWT.

# seseorang itu akan berusaha sedaya mungkin menghindarkan perkara terlarang dan dimurkai.

# cintanya kepada Allah membuatkannya bersabar dengan dugaan diberi kerana mengharapkan kasih sayang daripada NYA semata-mata. 

# dirinya akan dikelilingi sahabat-sahabat yang soleh/solehah dan sering saling ingat-mengingati diantara satu sama lain.

# menjaga aurat dengan sempurna mengikut hukum Islam, dapat membezakan kita dengan yang bukan Islam.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menyerupai gaya suatu kaum, maka dia termasuk dalam kaum itu."

# menutup aurat dengan sempurna merupakan salah satu cara berdakwah secara langsung dengan masyarakat tanpa kita sedari, dengan niat berjihad kerana Allah SWT.

# memberikan pandangan yang elok bagi yang bukan Islam agar tertarik untuk mengenal agama Allah ini, insyaAllah.

# diri akan lebih berwaspada dengan setiap tutur kata yang ingin diucapkan, perbuatan dan tingkah laku dalam masyarakat, insyaAllah.

Coretan ain ini amatlah ringkas dan ain pasti ada banyak lagi hikmah tersembunyi yang kita sedar atau tidak kita sedari.Sebarang kekurangan harap dimaafkan.Ain juga alu-alukan pandangan dan nasihat daripada sahabat semua.Terima kasih!
 

Kelebihan Bulan Shafar

Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MA
Shafar adalah bulan baik dan mulia, sebagaimana sebelas bulan lainnya yang telah ditetapkan Allah SWT dalam hitungan satu tahun. 

Kebaikan bulan tersebut menurut Dr Taisir Rajab Al Tamimi terletak pada eksistensi bulan tersebut sebagai bulan Allah yang diperbolahkan bagi manusia untuk melakukan perbuatan apa saja dengan catatan kebaikan dan takwa.

Adapun anggapan yang memandang bulan shafar sebagai bulan kesialan dan tidak menguntungkan yang mengakibatkan sekelompok orang tidak berani melakukan akad nikah dan bepergian di bulan Shafar, merupakan pandangan tanpa dasar kuat yang tidak lain merupakan sisa-sisa kepercayaan kaum Jahiliyah. 

Mereka jika hendak bepergian memiliki kebiasaan melemparkan burung ke udara dan mempercayainya bahwa jika burung tersebut terbang ke arah kanan maka mereka jadi bepergian dan jika burung tersebut terbang ke arah kiri, maka mereka menunda rencana bepergian.

Betapa menyulitkan tradisi tersebut, jika hingga kini masih ada yang melestarikannya. Pasalnya, bukan hanya akan mengganggu kegiatan kemanusiaan secara menyeluruh, melainkan juga menunda banyaknya kebajikan yang seharusnya dapat dilakukan. 

Apalagi, binatang, alam dan segala yang ada di dunia ini diciptakan dan ditundukkan bagi manusia agar dapat melaksanakan fungsi kepemimpinan dan memakmurkan bumi.

Namun demikian, dewasa ini tindakan serupa masih terjadi, walaupun obyeknya bukan lagi manusia. Penggunaan Paul Si Gurita, Onta, Babi, Sapi, Burung, dan binatang lain untuk memprediksi kemenangan pertandingan sepak bola merupakan kegiatan naif yang menumpulkan akal manusia. 

Kebanyakan manusia menyadari bahwa kegiatan tersebut sekedar mencari sensasi karena keakuratannya tidak valid sebab sumberdaya binatang hanya terletak pada instingnya. Bagaimana mungkin akal manusia yang istimewa tunduk pada insting binatang yang alakadarnya?

Dalam rangka mengarahkan kepercayaan yang salah menjadi benar, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada 'adwa (penularan penyakit tanpa seizin Allah), thiyarah (kepercayaan pada burung yang membawa kesialan), hammah (kepercayaan burung hantu yang hinggap di atas rumah sebagai pertanda kematian) dan Shafar (kesialan di bulan shafar)." (HR. Bukhari Muslim). 

Maksud dari hadis tersebuat adalah peniadaan segala bentuk kepercayaan pada makhluk baik berupa penyakit, benda (jimat), binatang, bulan tertentu dan semacamnya yang dipandang membawa kesialan atau mara bahaya. Hal tersebut karena, pertama: Allah-lah yang menciptakan, mengatur, menguasai, mengizinkan segala sesuatu terjadi sesuai dengan takdir-Nya. (QS. Yunus: 31-33). Tanpa izin Allah, tentu semua kepercayaan itu hanya pepesan kosong belaka.

Kedua, Rasulullah SAW mengganti kepercayaan buruk dengan cara berpikir positif bahwa yang bermanfaat bagi manusia terhadap sesamanya dan Allah SWT adalah berpikir baik dan positif dalam bentuk perkataan baik sebab perkataan baik merupakan representasi pikiran yang baik. 

Ketiga, berkeyakinan bahwa tidak ada yang dapat membahayakan manusia selama dirinya mengingat terus Allah dan berpegang teguh pada agama-Nya. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dipalingkan dari keperluannya oleh perasaan bernasib sial, maka sungguh dia telah bersuat syirik." 

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa penebus perasaan itu." Beliau menjawab, "Salah seorang dari kalian mengucapkan, ‘Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu. Tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu’." (HR. Ahmad).

Dari petunjuk Rasulullah SAW tersebut tampak jelas bahwa tidak manusia, benda, binatang, hari maupun bulan yang membuat diri kita menjadi sial, kecuali kesialan yang kita ciptakan sendiri dalam bentuk perbuatan buruk, dosa dan melanggar aturan agama. Wallahu a'lam. 
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Al-Hikam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger